Laman

Dance with You

3:25 saya dan dunia
mata menyaru menanti hari baru

ayo tidur kawan
siapa tau besok hari yang menawan

saya kan kembali dengan imajinasi :)
bermain setiap malam dengan teman baru saya, si mini gerbil Gege dan Gogo :D  
membuat rindu saya kembali datang
sambil mencari gadis yang membuat saya senang waktu itu
tapi tidak lupa bilang 
"tengs akang dan teteh di Barito udah kasih saya sepasang Gerbil yang gemukgemuk"
 
...
ayo kita goyang goyang :)
I'd rather dance with you than talk with you
So why don't we just move into the other room
There's space for us to shake, and hey, I like this tune

Even if I could hear what you said
I doubt my reply would be interesting for you to hear
Because I haven't read a single book all year
And the only film I saw, I didn't like it at all

I'd rather dance, I'd rather dance than talk with you
I'd rather dance, I'd rather dance than talk with you
I'd rather dance, I'd rather dance than talk with you
 
The music's too loud and the noise from the crowd
Increases the chance of misinterpretation
So let your hips do the talking
I'll make you laugh by acting like the guy who sings
And you'll make me smile by really getting into the swing
Getting into the swing, getting into the swing
Getting into the swing, getting into the swing
Getting into the swing, getting into the swing
Getting into the swing, getting into the swing... 

#KOC
»»  READMORE...

Baby I'm Yours

lagi lagi dipaksa lagu sampe inget si anak muda, :b
ternyata saya belom tidur tapi sedang berusaha bangun!!

baby, I'm yours, and I'll be yours until the stars fall from the sky, until the rivers all run dry, In other words, until I die
#ArctMonkeyRules

dia datang lalu pergi dengan sejuta alasan maya, 
entahlah,
apa yang salah..
:)
»»  READMORE...

White Shoes and the Couples Company album teaser



Sebetulnya album yang ditunggu-tunggu sudah rilis pada 6 Oktober 2010 waktu lalu.
Belum nyimak ato mau lagi?! nah.. MP mengajak lagi buat kalian.
Segeralah dengarkan “Vakansi” mereka berikut ini





Edited by Faesal Rizal
Produced by White Shoes & The Couples Company
»»  READMORE...

W_Music Series vol.04: White Shoes and the Couples Company



MP kembali dengan menyebarkan info-info musik yang menarik, kali ini turut menayangkan W_Music Series karya kru White Board Journal yang berbakat. Selamat menikmati.

White Shoes & The Couples Company: Inspired by 60’s to 70’s Indonesian movie soundtracks, classic jazz from the 30’s, classic disco, witty lyrics, and Indonesian retro-inspired visual display, White Shoes and The Couples Company’s sound is as eclectic as their influences. Formed in 2002 by Rio, Sari, Saleh, Mela, Ricky, and John—then students at IKJ (Art Institute of Jakarta) White Shoes & The Couples Company’s self-described “Chamber Pop” brought a new and exciting style to then the current Indonesian music landscape. The band launched their self-titled debut album in 2005 under Aksara Records. In 2007 White Shoes and The Couples Company released an EP (Skenario Masa Muda) as a joint effort with Kineforum (Jakarta Arts Council’s Fim Committee) and Sinematek Indonesia (Indonesian Movie Archives) to raise awareness as well as fund for the preservation of Indonesian old movie archives.

Gaining worldwide recognition, their lively performances has been enjoyed not only by their fans in Indonesia but also overseas. The album, distributed by Minty Fresh Records, is also sold in Canada, Mexico, Australia, and Japan. After recently releasing their second full-length, Album Vakansi, W_Music had the privilege to talk to them about the album and travelling in general. Enjoy!
Tagged as: White Shoes and the Couples Company

W_Music Series Vol.04: White Shoes & The Couples Company from Whiteboard Journal on Vimeo.
»»  READMORE...

FILM PENDEK INDONESIA JUARA DUNIA

Film pendek independen buatan orang Indonesia dengan judul "Save Water" yang dibuat oleh Muhammad Zulqamar menjuarai hadiah utama kompetisi video "MyView H2O" yang digelar Bank Pembangungan Asia (ADB).
"Save Water menang tidak hanya karena diarahkan dan digambarkan dengan baik, tapi karena mengandung pesan yang kuat yang disampaikan secara sederhana, padat, dan dengan jenaka serta berdampak kuat," kata Direktur Utama Departemen Hubungan Eksternal ADB, Ann Quon, Rabu (23/3/2011).
Dalam film tersebut digambarkan bahwa hanya dalam jangka waktu lebih dari satu menit, dan tanpa berkata-kata, bagaimana aktivitas mandi dan melestarikan air dapat berjalan beriringan. Film itu menggambarkan bagaimana hanya dengan satu gayung air dapat membuat seseorang bisa melakukan aktivitas mandi dengan menyenangkan dan bersih.
ADB menggelar kompetisi tersebut pada tahun 2011 ini untuk mempromosikan sebab-akibat dan solusi terhadap krisis kekurangan air di Asia. Para pemenang telah diumumkan pada Hari Air Sedunia, sebuah perayaan global yang dirancang untuk memperingati pentingnya mengelola dengan baik dan benar sumber-sumber air di bumi yang jatuh 22 Maret 2011.
Dewan juri dalam kompetisi ini antara lain sutradara Jepang Momoko Ando yang pernah menjuarai kompetisi film internasional, sutradara Indonesia Joko Anwar yang kerap disebut sebagai salah satu sutradara muda terbaik Asia, dan pembuat film dokumenter AS Christopher Beaver yang juga kurator laman dokumenter Docspopuli.com. Dewan juri lainnya adalah Khavn dela Cruz yang diberi julukan "Bapak Pembuat Film Digital Filipina", pembuat film dokumenter China Du Haibin, dan pembuat film dokumenter Pakistan Samar Minallah, serta Penasehat Senior Presiden ADB, Arjun Thapan.
Pada kategori di bawah-21 tahun, pemenangnya adalah Emmanuel "Joe" Ortigas yang berusia 18 tahun dari Filipina dengan film bertajuk "Time to Refill", yang memaparkan bahayanya bila dunia kekurangan air. Sementara pada kategori di atas-21 tahun, pemenangnya adalah Nash Anggahan dari Filipina dengan film "My Riverside Home" yang menuturkan kisah yang menggugah mengenai kehidupan seorang wanita di rumahnya yang terletak di pinggir sungai.
sumber : http://ptsii.blogspot.com/2011/03/film-pendek-indonesia-juara-dunia.html
»»  READMORE...

TIARA KALAM

Ketika Tuhan merajut kehidupan, kemudian menyulam di atas rajutan itu sebuah lukisan nasib dengan texture yang sangat menyentuh perasaan; sayang kebanyakan dari kita memandang sulaman tersebut dari sisi sebelah bawah.
Sisi dimana benang-benang nasib saling tumpuk berhimpitan yang dalam pakem manusia sering disalahtafsirkan.
Andai saja kita mau untuk sedikit relijius atau anggaplah bahwa hidup ini ibarat sebuah gurindam; tinggi rendahnya suara justru membuat cirikhas tersendiri yang sedap untuk didengar. Melodius.
Karena ingin serba cepat, suratan Tuhan pun lalu terasa lamban. Sehingga tak ayal, ada saja kelakuan yang minor dalam menyikapi hidup ini.
Lalu diramallah, dimodifikasilah kehidupan ini dengan bid'ah ke dalam versi serba cepat.
Cepat kaya, cepat mapan, cepat terkenal dengan mengabaikan akibat yang bakal menimpa anak cucu. Boro-boro memikirkan analisa mengenai dampak lingkungan. Mbel gedes!!!
Padahal apabila sulaman kasih Tuhan tersebut dilihat dari sisi sebelah atas; betapa indahnya hidup ini.
Geografi negeri ini yang mendapat julukan Jamrut Khatulistiwa sebagai modal, alangkah sia-sianya kita buat. Emas, Perak, minyak, uranium dan hutan pemberian Tuhan; mubazir tak ternikmati.
Seandainya boleh memilih di mana kita harus lahir, pasti akan memilih lahir di negeri yang setiap bayi lahir tak dibebani hutang.
Yaitu negeri di mana belajar baca-tulis dan berhitung selain murah, juga diberi extra fooding.
Selain itu, para pamongnya pun punya sifat tut wuri handayani.
oh... God ! I hope so !
-Dimaz Ismael Muhammad-
(pernah terbit di HOTSHOP 2006)
»»  READMORE...